spicles pas baca ini tadi sore:
kalau kita buang semua bagian diri kita yang merupakan
hasil dikte orang lain, apa yang tersisa?
kita bangga akan individualitas kita, tapi kita berusaha menjadi
apa yang diharapkan orang lain dari diri kita.
dalam usaha kita agar disukai orang lain,
kita menyerahkan kendali atas hidup kita sendiri
dan membiarkan mereka yang menentukan nasib kita.
untuk menghibur diri, kita menciptakan
hal-hal yang kreatif untuk menyenangkan diri kita,
agar kita tetap gembira, agar kita tetap sibuk,
agar kita tidak perlu memikirkan apa saja kehilangan kita.
kita menganggap diri kita penguasa atas segalanya di bumi ini,
tapi karena kita tidak berkuasa membuat keputusan sendiri,
sesungguhnya kita bukanlah penguasa atas apapun.
kita hidup dalam sangkar yang terbuat dari tuntutan, rutinitas dan kebiasaan,
dan setelah begitu lama hidup dalam batas-batas ini,
kita lupa bahwa sesungguhnya kita terperangkap.
kalau kita buang semua bagian diri kita yang merupakan
hasil dikte orang lain, apa yang tersisa?
masih adakah yang tersisa?
** taken from When Tomorrow Comes [Gerhana Terakhir] by Peter O'Connor, page 82